Konflik antara Israel dan Palestina merupakan salah satu konflik paling kompleks dan berkepanjangan dalam sejarah modern. Ia tidak hanya soal perebutan wilayah, tetapi juga sarat dengan dimensi sejarah, agama, identitas, dan luka kolektif yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dendam historis menjadi bahan bakar yang terus memperpanjang konflik ini. Untuk memahami akar persoalan tersebut, kita perlu menelusuri beberapa narasi besar yang saling bertabrakan. Dalam perspektif Yahudi, tanah yang kini menjadi wilayah Israel diyakini sebagai “ tanah yang dijanjikan ” oleh Tuhan kepada leluhur mereka. Narasi ini bersumber dari kitab suci seperti Taurat, yang mengisahkan perjanjian antara Tuhan dan tokoh-tokoh seperti Abraham, Ishak, dan Yakub. Tanah Kanaan —yang meliputi wilayah Israel dan Palestina saat ini dipandang sebagai warisan ilahi yang harus dipertahankan. Keyakinan ini tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga menjadi dasar identitas nasional bagi banyak orang Yahudi. Setelah ...
Mendidik dan Mengajar dalam Terang Iman dan Akal Budi