Pertemuan PUGA: Bincang Pastoral Paroki Santo Andreas Ngallu
Hari itu cuaca mendung meliputi bumi Mangili. Meski demikian para Pembina Umat dan Guru Agama (PUGA) paroki St. Andreas Ngallu tetap datang menghadiri pertemuan. Pertemuan ini lebih dilihat sebagai kegiatan Bincang Pastoral yang dipahami sebagai ruang refleksi dan koordinasi pelayanan yang sangat penting dalam kehidupan sebuah paroki. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Pater Leonardus Laka Hoaratan, CSsR selaku pastor paroki.
Dalam pertemuan ini, beberapa hal dibicarakan, yakni konsep dan pelaksanaan puasa dalam Gereja Katolik, laporan data umat dari stasi-stasi, evaluasi kegiatan pastoral bulan Februari, serta rencana kegiatan bulan Maret mendatang.
![]() |
| Pertemuan PUGA Paroki St Andrreas Ngallu yang dilaksanakan di rumah umat di Stasi Tanarara, Mangili (Foto: gurukatolik.com) |
Konsep dan Pelaksanaan Puasa dalam Gereja Katolik
Konsep dan pelaksanaan Puasa dalam gereja Katolik dipaparkan oleh Pater Remigius Sila, CSsR selaku pastor rekan. Berikut ringkasan pemaparannya:
Puasa dalam Gereja Katolik memiliki akar yang kuat dalam Kitab Suci dan Tradisi Gereja. Secara teologis, puasa adalah bentuk pertobatan, pengendalian diri, dan solidaritas dengan mereka yang berkekurangan. Dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, Musa berpuasa selama 40 hari 40 malam di Gunung Sinai sebelum ia menerima Sepuluh Perintah Allah (Kel 34: 28). Puasa ini merupakan bentuk persiapan batin yang mendalam untuk berjumpa dengan kemuliaan Tuhan. Dan dalam Kitab suci Perjanjian Baru, Yesus sendiri berpuasa selama empat puluh hari di padang gurun sebelum memulai karya-Nya (Mat 4:1-11). Maka, puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi terutama sebuah latihan rohani untuk menata hati agar lebih peka terhadap kehendak Allah.
Dalam ajaran Gereja, puasa diwajibkan pada Hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Selain itu, umat dianjurkan untuk berpantang pada setiap hari Jumat, khususnya selama masa Prapaskah. Ketentuan umum menyebutkan bahwa puasa berarti makan kenyang satu kali sehari. Sementara pantang berarti menahan diri dari makanan tertentu (biasanya daging) atau dari hal-hal yang menjadi kesenangan pribadi.
Dalam konteks pastoral Paroki St. Andreas Ngallu, pelaksanaan puasa dihidupi tidak hanya dalam dimensi pribadi, tetapi juga komunal. Selama masa Prapaskah, paroki mengadakan ibadat Jalan Salib dan aksi puasa pembangunan. Aksi ini mengajak umat untuk menyisihkan sebagian rezeki sebagai wujud solidaritas terhadap sesama. Dengan demikian, puasa menjadi sarana pembentukan iman yang berdampak nyata bagi kehidupan sosial.
Tantangan yang muncul adalah bagaimana membantu umat memahami makna puasa secara lebih mendalam, bukan sekadar kewajiban formal. Oleh karena itu, para PUGA diharapkan bisa menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman dalam bentuk kegiatan katekese umat selama masa Prapaskah, agar umat semakin sadar bahwa puasa adalah jalan pembaruan diri.
Laporan Data Umat dari Stasi-Stasi
Sebagai paroki yang terdiri dari beberapa stasi, Paroki St. Andreas Ngallu memiliki dinamika pastoral yang khas. Laporan data umat menjadi dasar penting dalam perencanaan pelayanan. Berdasarkan pendataan terakhir, jumlah kepala keluarga dan umat di setiap stasi menunjukkan perkembangan dan juga perubahan. Perkembangannya ada stasi yang sellau berusaha membangun baik dari segi kerohanian umat maupun dalam hal pembangunan Gereja. Meski demikian ada juga stasi yang beberapa umatnya meninggalkan Gereja Katolik karena alasan menikah (ikut suami). Selain itu ada juga umat yang meninggal dunia.
Dalam pertemuan ini, disampaikan hal berkaitan dengan pembaruan data umat secara berkala. Data yang akurat membantu Dewan Pastoral Paroki dalam merancang program yang tepat sasaran. Pendataan ini juga menjadi sarana membangun rasa memiliki terhadap Gereja. Setiap stasi didorong untuk aktif melaporkan perkembangan umatnya, sehingga paroki sungguh menjadi persekutuan yang saling terhubung.
Evaluasi Kegiatan Pastoral Bulan Februari
Bulan Februari menjadi masa refleksi sekaligus persiapan memasuki masa Prapaskah. Beberapa kegiatan pastoral yang telah dilaksanakan antara lain: Pertemuan bulanan, Pembinaan iman bagi pengurus stasi (utusan stasi) di PUSPAS, serta Pelayanan sakramen di stasi-stasi.
Secara umum, kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat partisipasi umat yang cukup antusias. Dan melalui Pertemuan ini, para PUGA dihantar pada suatu kesadaran bahwa karya pastoral bukan hanya tugas pastor paroki, melainkan tanggung jawab bersama seluruh umat. Semangat solidaritas, berjalan bersama perlu terus dihidupi. Setiap bidang pelayanan, baik liturgi, katekese, sosial, maupun kepemudaan, diharapkan saling mendukung dan berkolaborasi.
Evaluasi juga menyoroti pentingnya pendekatan personal. Kunjungan kepada umat yang jarang hadir di gereja menjadi salah satu strategi untuk membangun kembali keterlibatan mereka. Gereja dipanggil untuk hadir sebagai ibu yang merangkul, bukan sekadar institusi yang menunggu.
Rencana Kegiatan Pastoral Bulan Maret
Memasuki bulan Maret, yang juga masih bertepatan dengan masa Prapaskah, beberapa rencana kegiatan pastoral telah disusun secara sistematis: Ibadat Jalan Salib yang dilaksanakan setiap Jumat selama Prapaskah; penerimaan sakramen Tobat/Pengakuan Dosa yang diharpakan membantu umat mempersiapkan hati menyambut Paskah; Aksi Puasa Pembangunan (APP) dalam bentuk pembagian anvelop kepada setiap stasi, dalam hal ini umat diajak terlibat aktif dalam pengumpulan dana solidaritas yang nantinya akan digunakan untuk membantu keluarga yang membutuhkan; serta kegiatan katekese umat dengan tema-tema yang telah disiapkan.
Semua rencana ini bukan hanya agenda administratif, melainkan wujud nyata panggilan Gereja untuk menghadirkan Kerajaan Allah di tengah umat. Perencanaan yang baik harus disertai doa dan kerja sama yang solid.
Catatan akhir
"Pertemuan PUGA: Bincang Pastoral Paroki St. Andreas Ngallu" menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pelayanan Gereja. Melalui pendalaman makna puasa, pembaruan data umat, evaluasi kegiatan bulan Februari, dan perencanaan program pada bulan Maret, paroki berusaha menjawab kebutuhan umat secara nyata dan kontekstual.
Gereja hidup dan bertumbuh ketika setiap anggotanya terlibat aktif. Semangat kebersamaan, komunikasi yang terbuka, dan kesediaan untuk terus belajar menjadi kunci keberhasilan pelayanan pastoral. Dengan bimbingan Roh Kudus, Paroki St. Andreas Ngallu diharapkan semakin menjadi komunitas iman yang dewasa, solider, dan misioner hadir sebagai terang dan garam di tengah masyarakat.

Posting Komentar untuk "Pertemuan PUGA: Bincang Pastoral Paroki Santo Andreas Ngallu"