Langsung ke konten utama

Contoh Perencanaan Kegiatan Kokurikuler Jenjang SMA

Satuan Pendidikan  : SMA Negeri 1 Pahunga Lodu
Kelas         : XII (Fase F)
Tema Kegiatan : Jelajah Rasa Warisan Kuliner Sumba 
Alokasi Waktu : 42 Jjp X @ 45 Menit ( 1 Minggu)

A. Dimensi Profil Lulusan

1. Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2. Kreativitas  
3. Kolaborasi 
4. Komunikasi 

B. Tujuan Pembelajaran

  1. Murid mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap produk lokal berupa makanan khas Sumba Timur 
  2. Murid mampu mengenal jenis-jenis makanan khas Sumba Timur
  3. Murid mampu bekerja sama dalam mengolah jenis-jenis makanan khas Sumba Timur
  4. Murid mampu menjelaskan cara pengolahan makanan Khas Sumba Timur 
  5. Murid mampu mempromosikan makanan Khas Sumba Timur 

C. Praktik Pedagogis

  • Pendekatan Pembelajaran: Pendekatan berbasis proyek (project-based learning) untuk mendorong keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,kreativitas, kolaborasi dan komunikasi.
  • Metode: Diskusi kelompok, wawancara dan presentasi. 
  • Strategi: menggunakan kegiatan praktik untuk meningkatkan keterlibatan murid. 

D. Lingkungan Belajar

  1. Ruang kelas : didesain dengan dekorasi bertema jelajah rasa warisan kuliner Sumba Timur
  2. Luar kelas : wawancara penduduk lokal yang paham terkait makanan khas Sumba Timur dan desain luar kelas untuk pengolahan makanan khas Sumba Timur.

E. Kemitraan Pembelajaran

  1. Guru: Memfasilitasi diskusi, memberikan arahan pembuatan Mind map, dan membimbing presentasi. 
  2. Orang tua : memberikan informasi tentang makanan khas Sumba Timur dan cara pengolahannya.

F. Pemanfaatan Digital

  1. Media pembelajaran : video tutorial cara pembuatan makanan khas Sumba Timur
  2. Aplikasi : Canva/aplikasi desain sederhana untuk membuat label produk. 

G. Kegiatan (memuat pengalaman belajar: mamahami, mengaplikasi, merefleksi)

Memahami :

Hari 1 : Mengenal makanan khas Sumba Timur

  1. Acara pembukaan kegiatan 
  2. Mengecek kehadiran 
  3. Guru menjelaskan jenis-jenis makanan Sumba Timur
  4. Menayangkan video tutorial cara pembuatan makanan khas Sumba Timur
  5. Membuka sesi tanya jawab. 
  6. Membagi murid dalam 4 kelompok berdasarkan jenis makanan yang akan diolah (Hawiti, Karakadji, Manggulu dan Kaparak
  7. Murid di dalam kelompok Menyusun pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan makanan Khas Sumba Timur. 
  8. Murid melakukan wawancara kepada orang tua/ penduduk lokal yang paham terkait makanan Khas Sumba Timur (dilakukan sore hari) 
  9. Doa tutup 

Hari 2 : Perencanaan Proyek 

  1. Doa Pagi bersama dan penyampaian arahan kepada murid rangkaian kegiatan 
  2. b)Murid berdiskusi dalam kelompok terkait hasil wawancara dan di buat dalam Mind Map (dilengkapi dengan karakteristik setiap bahan dasar, alat bahan dan Langkah pembuatan)
  3. Murid mempresentasikan hasil diskusi kelompok 
  4. Doa tutup 

Mengaplikasi

Hari 3 : Proses pengolahan makanan khas Sumba Timur

  1. Doa buka dan arahan singkat oleh guru 
  2. Pelaksanaan pengolahan makanan
  3. Doa tutup 

Hari 4 : Proses pengemasan produk 

  1. Doa buka dan arahan singkat 
  2. Bekerja dalam kelompok untuk mengemas produk 
  3. Doa tutup

Hari 5 : Pameran 

  1. Acara pembukaan 
  2. Pameran produk dari setiap kelompok 
  3. Doa tutup 

H. Asesmen

1. Formatif : 

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi dan kerja kelompok
  • Penilaian hasil desain mind map
  • Penilaian proses pembuatan 

2.Sumatif: Penilaian presentasi 

3.Instrumen : Lembar observasi, rubrik penilaian Mind Map, rubrik penilaian proses dan rubrik penilaian presentasi 

Lembar Observasi


Rubrik Peniliaian Mind Map


Rubrik Penilaian Proses


Rubrik Penilaian Presentasi


Mengetahul                     ......., ............. 2025
Kepala Sekolah                Koordinator Kokurikuler


........................                .......................................
NIP.                                 NIP.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran Mendalam Tema Panggilan Hidup Manusia Kelas 12 Semester Ganjil

Pembelajaran mendalam merupakan salah satu pendekatan dalam aktivitas pembelajaran. Ini merupakan salah satu langkah yang diambil oleh Kemendikdasmen guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Langkah ini mengharuskan guru untuk mengadaptasi kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan di ganti dengan Perencaanaan Pembelajaran Guru tentu saja dituntut untuk mempelajarinya terlebih dahulu mulai dari konsep hingga  alur penyusunannya. Pembelajaran mendalam dipahami sebagai "pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu". Suster  DW (Dughters of Wisdom) saat berkunjung ke SMAN 1 Pahunga Lodu Gambar: Yasintus Ariman dari pexels.com Dalam pemeblajaran mendalam ada empat komponen yang mesti dikerjakan guru Identifikasi, De...

RPP Agama Katolik Kelas VII dan VIII

Menurut Permendikbud No.  22  Tahun  2016 tentang standar proses Pendidikan Dasar dan Menengah, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dimengerti sebagai rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu atau lebih pertemuan.  RPP dikembangkan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran. Penyusunan RPP bukan hanya sekedar urusan persiapan administratif seperti yang diyakini sebagian guru, melainkan kegiatan yang melekat pada pembelajaran sebagai sebuah  proses.  Dalam  sudut pandang manajemen,  kegiatan  perencanaan  selalu mendahului kegiatan pencapaian tujuan. Penyusunan dan pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara individu maupun dalam kelompok MGMP dan KKG. Photo Anastasia  Shuraeva dari pexels.com Seiring berjalannya waktu, kurikulum pendidikan berubah dari kurikulum 13 berubah menjadi kurikulum merdeka. Dalam kurikulum merdeka dikenal adanya modul ajar dan juga RPP. Modul ajar merupakan suatu perangkat ajar ...

Memahami Alur Perencanaan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran , bermakna , dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu. Memuliakan :  Dalam penerapan pembelajaran mendalam semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan. Berkesadaran:  Pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri. Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan Bermakna:  Peserta didik dapat merasakan manfaat dan relevansi dari hal-hal yang dipelajari untuk kehidupan. Peserta didik mampu mengkonstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan lama dan menerapkan peng...