Langsung ke konten utama

Modul Ajar 4 Pendidikan Agama Katolik Fase E

Salah satu kekhasan dari Kurikulum Merdeka (Kumer) adalah pembuatan modul ajar untuk aktivitas pembelajaran. Selain menyiapkan modul ajar pendidik juga tetap menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 

Modul Ajar dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tentu memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah sama-sama merupakan  panduan dalam aktivitas pembelajaran. Perbedaannya adalah RPP tidak lebih sebagai panduan aktivitas pembelajaran untuk guru dan hanya bisa dipegang oleh guru. 

RPP lebih sederhana dan singkat. Sedangkan modul ajar berisi oanduan aktivitas pembelajaran secara lengkap. Karena sifatnya yang lengkap maka modul ajar tidak hanya bisa dimanfaatkan oleh guru tetapi peserta didik juga bisa menggunakannya untuk aktivitas belajar secara mandiri.

gambar dari pixabay.com

Jika guru berhalangan sehingga membuatnya tidak masuk kelas maka peserta didik bisa melakukan aktivitas pembelajaran secara mandiri dengan berpedoman pada modul ajar yang disiapkan oleh guru. Dengan demikian di sini menjadi jelas bahwa modul ajar bisa digunakan oleh murid dan guru sedangkan RPP hanya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan guru.

Pada kesempatan ini akan dibagikan salah satu contoh modul ajar Pendidikan Agama Katolik untuk Fase E (kelas 10) jenjang Sekolah Menengah Atas. Ini merupakan modul ajar yang keempat materi tentang "beriman kepada yesus dalam Karya, Sengsara, Wafat dan kebangkitanNya".

Materi ini memiliki tiga sub pokok bahasan yakni pertama, Iman akan Kerajaan Allah dan Karya Hidup Yesus; kedua, Iman akan sengsara dan Wafat Yesus; ketiga, Iman kebangkitan dan kenaikan Yesus.

Untuk melihat modul ajar selengkapnya bapak dan ibu guru bisa LIHAT DAN DOWNLOAD DI SINI

Modul ajar yang dibagikan ini hanya sebagai contoh. Tentu saja bapak dan ibu guru memiliki caranya masing untuk menyusun modul ajar. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran Mendalam Tema Panggilan Hidup Manusia Kelas 12 Semester Ganjil

Pembelajaran mendalam merupakan salah satu pendekatan dalam aktivitas pembelajaran. Ini merupakan salah satu langkah yang diambil oleh Kemendikdasmen guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Langkah ini mengharuskan guru untuk mengadaptasi kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan di ganti dengan Perencaanaan Pembelajaran Guru tentu saja dituntut untuk mempelajarinya terlebih dahulu mulai dari konsep hingga  alur penyusunannya. Pembelajaran mendalam dipahami sebagai "pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu". Suster  DW (Dughters of Wisdom) saat berkunjung ke SMAN 1 Pahunga Lodu Gambar: Yasintus Ariman dari pexels.com Dalam pemeblajaran mendalam ada empat komponen yang mesti dikerjakan guru Identifikasi, De...

RPP Agama Katolik Kelas VII dan VIII

Menurut Permendikbud No.  22  Tahun  2016 tentang standar proses Pendidikan Dasar dan Menengah, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dimengerti sebagai rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu atau lebih pertemuan.  RPP dikembangkan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran. Penyusunan RPP bukan hanya sekedar urusan persiapan administratif seperti yang diyakini sebagian guru, melainkan kegiatan yang melekat pada pembelajaran sebagai sebuah  proses.  Dalam  sudut pandang manajemen,  kegiatan  perencanaan  selalu mendahului kegiatan pencapaian tujuan. Penyusunan dan pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara individu maupun dalam kelompok MGMP dan KKG. Photo Anastasia  Shuraeva dari pexels.com Seiring berjalannya waktu, kurikulum pendidikan berubah dari kurikulum 13 berubah menjadi kurikulum merdeka. Dalam kurikulum merdeka dikenal adanya modul ajar dan juga RPP. Modul ajar merupakan suatu perangkat ajar ...

Memahami Alur Perencanaan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran , bermakna , dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu. Memuliakan :  Dalam penerapan pembelajaran mendalam semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan. Berkesadaran:  Pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri. Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan Bermakna:  Peserta didik dapat merasakan manfaat dan relevansi dari hal-hal yang dipelajari untuk kehidupan. Peserta didik mampu mengkonstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan lama dan menerapkan peng...