Langsung ke konten utama

Doa: Membangun Relasi yang Intim dengan Tuhan (Yohanes 16:23b-28)

Yesus melalui penginjil Yohanes bab 16 berbicara kepada murid-murid-Nya tentang kepergian-Nya yang akan datang. Di antara banyak pesan yang Dia sampaikan, ada satu yang khusus menarik perhatian kita, yaitu ayat 23b-28. Mari kita renungkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.

Yesus berkata, "Aku berkata kepadamu: Apapun yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, akan diberikan-Nya kepadamu" (Yohanes 16:23b). Pesan ini menyiratkan kekuatan doa dalam kehidupan kita sebagai umat Katolik. Yesus mengajarkan kita untuk berdoa kepada Bapa dalam nama-Nya. Ini bukan hanya sekedar meminta sesuatu, tetapi juga merupakan hubungan yang dalam dengan Allah Bapa melalui Yesus Kristus, Anak-Nya.

Gambar: pexels.com

Ketika kita berdoa, kita tidak hanya mengungkapkan kebutuhan kita, tetapi juga menyerahkan segala hal kepada kehendak Allah. Ini adalah kepercayaan yang dalam bahwa Allah, yang mengasihi kita dengan sempurna, akan memberikan yang terbaik bagi kita, baik itu sesuai dengan apa yang kita minta atau tidak.

Namun, Yesus juga menegaskan bahwa doa kita harus dilakukan dalam iman. Ia berkata, "Sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya bahwa Aku datang dari Allah" (Yohanes 16:27). Kepercayaan kepada Yesus Kristus sebagai Anak Allah adalah landasan iman kita. Tanpa iman, doa kita kehilangan kekuatan. Oleh karena itu, saat kita berdoa, marilah kita memperkuat iman kita dalam Kristus.

Yesus juga menjanjikan Roh Kudus kepada murid-murid-Nya. Ia berkata, "Tetapi Aku berkata kepadamu yang sebenarnya: Lebih baik bagi kamu, bahwa Aku pergi, sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepada kamu; tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepada kamu" (Yohanes 16:7). Roh Kudus adalah Penghibur yang memberikan kekuatan, hikmat, dan pengertian kepada kita sebagai umat Kristiani. Melalui hadirat-Nya, kita dipimpin untuk memahami kehendak Allah dan hidup sesuai dengan rencana-Nya.

Sebagai umat Katolik, kita dipanggil untuk hidup dalam kesatuan dengan Allah melalui Kristus dan Roh Kudus. Dalam penghayatan kitab suci dan sakramen-sakramen Gereja, kita mendapat kekuatan dan bimbingan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan hidup. Melalui doa yang tekun, iman yang teguh, dan hidup yang kudus, kita dapat mengalami kedekatan yang dalam dengan Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Terakhir, Yesus mengingatkan murid-murid-Nya untuk bersukacita meskipun mereka akan menghadapi penderitaan. Ia berkata, "Pada waktu itu kamu tidak akan bertanya kepada-Ku tentang sesuatu apa pun. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu akan meminta kepada Bapa dalam nama-Ku, maka Ia akan memberikan kepadamu. Sampai sekarang kamu belum meminta apa pun dalam nama-Ku; mintalah, maka kamu akan menerima, supaya sukacitamu menjadi sempurna" (Yohanes 16:23b-24). Kesukacitaan sejati kita adalah hadir dalam relasi yang hidup dengan Allah, bukan tergantung pada kondisi atau lingkungan eksternal.

Renungan ini mengajak kita untuk memperkuat hubungan kita dengan Allah melalui doa, iman, dan persekutuan dengan Roh Kudus. Mari kita hidup dalam sukacita yang datang dari kesatuan dengan Allah dan menjadi saksi kasih-Nya di dunia ini. Amin. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran Mendalam Tema Panggilan Hidup Manusia Kelas 12 Semester Ganjil

Pembelajaran mendalam merupakan salah satu pendekatan dalam aktivitas pembelajaran. Ini merupakan salah satu langkah yang diambil oleh Kemendikdasmen guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Langkah ini mengharuskan guru untuk mengadaptasi kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan di ganti dengan Perencaanaan Pembelajaran Guru tentu saja dituntut untuk mempelajarinya terlebih dahulu mulai dari konsep hingga  alur penyusunannya. Pembelajaran mendalam dipahami sebagai "pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu". Suster  DW (Dughters of Wisdom) saat berkunjung ke SMAN 1 Pahunga Lodu Gambar: Yasintus Ariman dari pexels.com Dalam pemeblajaran mendalam ada empat komponen yang mesti dikerjakan guru Identifikasi, De...

RPP Agama Katolik Kelas VII dan VIII

Menurut Permendikbud No.  22  Tahun  2016 tentang standar proses Pendidikan Dasar dan Menengah, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dimengerti sebagai rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu atau lebih pertemuan.  RPP dikembangkan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran. Penyusunan RPP bukan hanya sekedar urusan persiapan administratif seperti yang diyakini sebagian guru, melainkan kegiatan yang melekat pada pembelajaran sebagai sebuah  proses.  Dalam  sudut pandang manajemen,  kegiatan  perencanaan  selalu mendahului kegiatan pencapaian tujuan. Penyusunan dan pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara individu maupun dalam kelompok MGMP dan KKG. Photo Anastasia  Shuraeva dari pexels.com Seiring berjalannya waktu, kurikulum pendidikan berubah dari kurikulum 13 berubah menjadi kurikulum merdeka. Dalam kurikulum merdeka dikenal adanya modul ajar dan juga RPP. Modul ajar merupakan suatu perangkat ajar ...

Memahami Alur Perencanaan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran , bermakna , dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu. Memuliakan :  Dalam penerapan pembelajaran mendalam semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan. Berkesadaran:  Pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri. Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan Bermakna:  Peserta didik dapat merasakan manfaat dan relevansi dari hal-hal yang dipelajari untuk kehidupan. Peserta didik mampu mengkonstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan lama dan menerapkan peng...